by : Enggar Tri W.

Suami yang menikahi kamu…
tidaklah semulia Muhammad saw
tidaklah setaqwa Ibrahim as
pun tidak setabah Ayyub as
atau segagah Musa as
apalagi setampan Yusuf as
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman
yang punya cita-cita membangun keturunan yang shaleh.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya.
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya.
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya.
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya.
Ketika suami menjadi bisa, kamulah obat penawarnya.
Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita
perlunya iman dan taqwa untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT.
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
justru kamu akan tersentak dari alpa…
kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga,
pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara,
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi shalehah.
Amin…