Aku bahkan tak tahu harus menulis apa untuk menekan tuts keybord komputer ini sebagai perwakilan kesedihan hatiku yang kehilanganmu’ Yah…
Mungkin inilah waktu yang terbaik bagimu untuk pergi. Maaf, aku memarahimu ketika engkau pergi tiba-tiba sebab kau tak mendengarkan kata-kata kami untuk istirahat di rumah saja.
Pun ketika engkau sudah pergi selama 3 bulan, aku masih saja merasakan wajahmu yang dingin… pun aku masih saja menangisimu saat menulis cerita yang tidak ada apa-apanya ini.
Saat anakku lahir siapa yang jadi kakeknya? kau pun tak bisa menjawab.
Hanya dingin kurasakan…
Ya Allah… Engkau tahu kamiĀ mencintainya dan berharap kelak Engkau mempertemukan kami di Surga-Mu
Ya Rabb… Jadikanlah peristirahatan yang terakhirnya adalah bagian dari Surga-Mu…
Ya Allah… Titip peluk dan cium untuk Ayah…
" width="16" height="18">
-" width="22" height="17">
Ketka Aku membaca tulisan ini, Aku tak tau mesti Komentar apa…, Aku menulis ini hanya untuk menunjukkan bahwa aku menbaca dan memberi simpati…