by : Enggar Tri W.
Istri yang kamu nikahi…
tidaklah semulia Khadijah ra
tidaklah setaqwa ‘Aisyah ra
pun tidak setabah Fatimah ra
Justru istrimu hanyalah wanita akhir zaman
yang punya cita-cita menjadi shalehah.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya.
Istri ladang tanaman, kamu petaninya.
Istri hiasan ternak, kamu gembalanya.
Istri adalah murid, kamu mursyidnya.
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya.
Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya.
Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita
perlunya iman dan taqwa untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana,
justru kamu akan tersentak dari alpa…
kamu bukanlah Rasulullah saw
pun bukanlah Ali karamallahu wajhah
cuma pria akhir zaman yang berusah menjadi shaleh.
Amin…

" width="16" height="18">
-" width="22" height="17">
Mampir lagi neh!!:D
Mudah-mudahan aku dapat istri yang shaleh
*****======*****
Amiin…
Sebelum mendapatkan istri yang sholeha berarti harus menjadikan diri sholeh juga dong.
Biar sepadan, sama-sama sholeh.
hehe…….
Setuju!!! Pengennya punya istri yang pertama sekaligus yang terakhir:D