Feeds:
Tulisan
Komentar

Titip peluk dan cium untuk Ayah…

Aku bahkan tak tahu harus menulis apa untuk menekan tuts keybord komputer ini sebagai perwakilan kesedihan hatiku yang kehilanganmu’ Yah…

Mungkin inilah waktu yang terbaik bagimu untuk pergi. Maaf, aku memarahimu ketika engkau pergi tiba-tiba sebab kau tak mendengarkan kata-kata kami untuk istirahat di rumah saja.

Pun ketika engkau sudah pergi selama 3 bulan, aku masih saja merasakan wajahmu yang dingin… pun aku masih saja menangisimu saat menulis cerita yang tidak ada apa-apanya ini.

Saat anakku lahir siapa yang jadi kakeknya? kau pun tak bisa menjawab.

Hanya dingin kurasakan…

Ya Allah… Engkau tahu kamiĀ  mencintainya dan berharap kelak Engkau mempertemukan kami di Surga-Mu

Ya Rabb… Jadikanlah peristirahatan yang terakhirnya adalah bagian dari Surga-Mu…

Ya Allah… Titip peluk dan cium untuk Ayah…

Ibadah

Pernah merasa bosan? atau dada terasa sesak? langit tak lagi biru? senyum terasa hampa? . Qiyammullail dah ngga’ pernah lagi, Sholat Dhuha apalagi. Sholat wajib terasa rutinitas belaka tanpa sarat makna lagi. Maunya ngedengering lagi picisan melulu, nonton yang ngga’ perlu dan lain-lain.

Well, kaya’nya kurang ibadah deh. Ruhani mulai terasa ringkih layaknya osteoporosis, luarnya tampak kuat tapi dalamnya rapuh.

Mau membangkitkan semangat ibadah, tidak ada kiat khusus untuk menangani hal seperti ini. Karena ini menyangkut jiwa yang mulai sakit. Mudah saja, Lakukan ibadah perlahan-lahan tanpa harus pikir panjang karena semakin banyak berpikir biasanya malah ngga’ bergerak. Mau memulai? Lakukan. Bagaimana caranya memulai? Ya, mulai saja. Beres kan.

+?

Lucu ajah. Ceritanya cuma iseng cari pekerjaan baru di internet melalui jobsdb. Akhirnya dapet yang sesuai. Hore… perusahaan besar lagi. Eits… tunggu dulu. Dah berapa lama nih ngga’ kedatangan tamu. Ntar giliran sudah keluar dari tempat ini ditempat baru ngga keterima karena hamil. Akhirnya beri test pack aja dulu untuk memastikan.

Hehehe… Positif. Bingung antara seneng ama takut. Seneng punya anak lagi karena ngiri ama temen-temen yang punya baby, takutnya mah kepikiran bisa ngga’ ya ngurus dua anak.

Yah,,, jalanin aja deh. Kalo dipikirin terus malah strees padahal belum juga lahiran.

the end of destroyer…

Alhamdulillah…. akhirnya virusnya hilang dari komputer. :grin: . Padahal belum diformat. Setelah seharian kemarin tidak mengerjakan urusan kantor, hanya nge-downlad doang untuk mengusir virus menyebalkan itu. ‘Dihajar’ terus dengan scanner anti virus NOD32, Kapersky and yang terakhir avast (diinstal ulang lagi), horeeee, tau-tau hilang dan bisa buka-buka dokumen tanpa ada warningnya.

Pfiuhhh, sebenarnya juga ga’ tau anti virus yang mana yang berhasil tapi yang penting “virus must leave from my comp”.

Sang Murobbi

Mengenang Syaikh Tarbiyah Ust. Rahmat Abdullah (Alm.)

Mencari spirit yang hilang…
Kutemukan satu dalam setiap guratan pena
Kutemukan satu dalam peluh perjalanan
Kutemukan satu dalam ingatan
Kutemukan banyak dalam ukhuwah mereka yang ma’rifat kepada-Mu…

Nangis melulu… padahal baru lihat cuplikannya doang.

Tulisan Sebelumnya »