Feed on
Tulisan
Komentar

the end of destroyer…

Alhamdulillah…. akhirnya virusnya hilang dari komputer. :grin: . Padahal belum diformat. Setelah seharian kemarin tidak mengerjakan urusan kantor, hanya nge-downlad doang untuk mengusir virus menyebalkan itu. ‘Dihajar’ terus dengan scanner anti virus NOD32, Kapersky and yang terakhir avast (diinstal ulang lagi), horeeee, tau-tau hilang dan bisa buka-buka dokumen tanpa ada warningnya.

Pfiuhhh, sebenarnya juga ga’ tau anti virus yang mana yang berhasil tapi yang penting “virus must leave from my comp”.

Sang Murobbi

Mengenang Syaikh Tarbiyah Ust. Rahmat Abdullah (Alm.)

Mencari spirit yang hilang…
Kutemukan satu dalam setiap guratan pena
Kutemukan satu dalam peluh perjalanan
Kutemukan satu dalam ingatan
Kutemukan banyak dalam ukhuwah mereka yang ma’rifat kepada-Mu…

Nangis melulu… padahal baru lihat cuplikannya doang.

virus

Panik? Jelas panik :shock: . Bagaimana tidak, ujug-ujug (halah bahasa apaan tuh) ada virus Win32:Netsky-Q menyerang system komputer kesayanganku, hu..hu..hu.. :cry: . Padahal sudah pakai antivirus avast tapi tetep aja ga’ mau hilang.

Jadi kalau kita klik my document tuh langsung tersambung langsung dengan internet, langsung minta didownload antivirus tapi webnya ternyata juga adalah virus itu. Jadi virusnya pinter amat ya ngebo’onginnya. Iya sih memang nih komputer nyambung terus ama sipedy. Gimana dong? discan ga’ ketangkep juga. Alhamdulillah punya temen banyak yang mau ngebantuin, tutorial by phone gitu, dicoba pake NOD32. Eh, ga ketangkep juga. Ternyata katanya sudah parah pisan. Kena system mah diformat ulang. :sad: . Kali ini minta bantuan kk tercinta untuk memformat komputer (thanks sis.. :smile :)

Capeee deh… untungnya ga’ ada data yang hilang. Kerjaan siapa sih virus ituuuuuuuuuuuuu. Sebel :mad:

by : Enggar Tri W.

Suami yang menikahi kamu…

tidaklah semulia Muhammad saw

tidaklah setaqwa Ibrahim as

pun tidak setabah Ayyub as

atau segagah Musa as

apalagi setampan Yusuf as

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman

yang punya cita-cita membangun keturunan yang shaleh.

Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya.

Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya.

Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya.

Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya.

Ketika suami menjadi bisa, kamulah obat penawarnya.

Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita

perlunya iman dan taqwa untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT.

Karena memiliki suami yang tak segagah mana,

justru kamu akan tersentak dari alpa…

kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga,

pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara,

cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi shalehah.

Amin…

by : Enggar Tri W.

Istri yang kamu nikahi…

tidaklah semulia Khadijah ra

tidaklah setaqwa ‘Aisyah ra

pun tidak setabah Fatimah ra

Justru istrimu hanyalah wanita akhir zaman

yang punya cita-cita menjadi shalehah.

Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya.

Istri ladang tanaman, kamu petaninya.

Istri hiasan ternak, kamu gembalanya.

Istri adalah murid, kamu mursyidnya.

Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya.

Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya.

Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita

perlunya iman dan taqwa untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT.

Karena memiliki istri yang tak sehebat mana,

justru kamu akan tersentak dari alpa…

kamu bukanlah Rasulullah saw

pun bukanlah Ali karamallahu wajhah

cuma pria akhir zaman yang berusah menjadi shaleh.

Amin…

Older Posts »